ASMAT Papua adalah e-marketplace yang dibuat di dalam Program PAPeDA Papua untuk memasarkan secara online produk hasil kelompok dampingan seperti:

  • Balsem Cair Mozaik dari Serei Wangi di Keerom oleh KIPRa.
  • Handsanitizer Mozaik dari Serei Wangi di Keerom oleh KIPRa.
  • Teh Rewapua dari Serei Wangi di Keerom oleh KIPRa.
  • Coklat Cendrawasih dari Kakao di Jayapura oleh Pt PPMA.
  • Keripik Sungga dari Keladi di Manokwari Selatan oleh Mnukwar.
  • Tepung Sungga dari Keladi di Manokwari Selatan oleh Mnukwar.
  • Sirup Moscada dari Pala oleh GEMAPALA.

 

Aplikasi e-marketplace dibuat oleh PUPUK dan launching pada 24 Agustus 2021, untuk memaksimalkan penjulan, PUPUK telah melatih 4 orang anak muda asli Papua untuk menjadi Duta ASMAT Papua, yaitu Febriani Ronsumbre, Paideia Sumihe, Selvia Ibo dan Olyvia Samber pada 30-31 Maret 2021.

Salah satu duta yang bernama Febriani Ronsumbre menunjukan kinerja yang baik dengan berhasil memasarkan 33 unit Balsem Cair Mozaik, 28 unit Handsanitizer Mozaik dan 94 unit Teh Rewapua di bulan Juli dan Agustus 2021. Kemudian September 2021 melakukan pemesanan kembali 50 unit Balsem Cair Mozaik, 50 unit Handsanitizer Mozaik dan 120 unit Teh Rewapua.

Duta ASMAT Papua – Febriani Ronsumbre

 

Melihat trend penjualan yang meningkat, PUPUK tertarik mengajak diskusi.  Febriani Ronsumbre mewakili 3 temannya pemilik perusahaan Penyedia Jasa Pengembangan Bisnis di Tanah Papua yang didirikan anak muda Papua bernama Manibobi-Preneurs, perusahaan ini telah mendapat kepercayaan dan dukungan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Provinsi Papua untuk terlibat dalam pembenahan Pasar Mama-Mama Papua dan pengelolaan Kios Oleh-Oleh Pasar Mama Papua yang mulai beroperasi selama PON XX Papua hingga seterusnya menjadi tempat menjual oleh-oleh khas Papua selama pekan olah raga akbar nasional di Oktober 2021.  Hasil diskusi menyepakati dilakukan kerjasama antara PUPUK dan  Manibobi-Preneurs untuk memasarkan 450 unit Balsem Cair Mozaik, 450 unit Hand sanitizer Mozaik, 250 unit Teh Rewapua, 59 Keripik Sungga, dan 40 unit Sirup Pala Moscada.

Selain dengan PUPUK dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Provinsi Papua, Manibobi-Preneurs mendapat dukungan juga dari Program Ekonomi Hijau Provinsi Papua dan Papua Barat, yakni sebuah program tentang pembangunan rendah karbon untuk penggunaan lahan lestari menuju model ekonomi yang memberikan pertumbuhan setara, berkelanjutan secara ekologis, dan meningkatkan kesejahteraan orang Papua. Dukungan jangka panjang di dapat juga dari Dinas Perindakop Provinsi Papua serta Kota Jayapura untuk mendampingi Koperasi Mama-Mama Pedagang Asli Papua.

Manibobi adalah sebuah kata asli dari Biak yang berarti teman berdagang/rekanan.  Febriani Ronsumbre bersama anak muda lainnya telah berhasil menjadi teman berdagang/rekanan yang baik untuk memasarkan produk-produk asli Papua, dari duta menjadi mitra kerja.

 

comments