Perempuan dalam Tata Kelola

Pengecualian perempuan dan ketidakadilan berbasis gender lainnya dalam kepemilikan hutan dan tata kelola hutan sejauh ini belum ditangani dengan baik di Indonesia. Keterlibatan perempuan lebih sedikit dibanding laki-laki dalam proses pengambilan keputusan yang mendefinisikan akses mereka terhadap tanah dan sumber daya hutan dimana mereka menggantungkan kehidupan.

Bagaimana SETAPAK membantu?

  • Mengakui bahwa tata kelola hutan dan lahan yang baik itu peka gender, dan bahwa keadilan gender harus diprioritaskan dalam semua proses, kelembagaan, dan mekanisme tata kelola dalam rangka mempromosikan dan melindungi keterlibatan dan hak-hak perempuan.
  • Mengakui bahwa mengintegrasikan gender pada tata kelola hutan dan lahan –dengan mempertimbangkan berbagai perbedaan kebutuhan perempuan dan laki-laki di berbagai tingkat sosial ekonomi– merupakan hal yang sangat penting bagi perencanaan dan pemrograman.
  • Bekerja dengan masyarakat sipil dan pemerintah untuk mendukung inisiatif yang memperluas partisipasi perempuan dalam proses pembuatan kebijakan, meningkatkan keterwakilan perempuan, menjamin alokasi anggaran yang setara, dan meningkatkan kesadaran terhadap isu-isu gender untuk menjamin hak-hak perempuan.
  • Mendukung para aktivis perempuan di tingkat tapak dalam inisiatif perlindungan hutan dan merintis advokasi lingkungan.
  • Melakukan pelatihan fasilitasi bagi fasilitator perempuan dan membentuk kelompok lingkar belajar di wilayah-wilayah kerja SETAPAK untuk mengembangkan kapasitas perempuan-perempuan tingkat desa dalam mengakses dan bertukar informasi terkait hak-hak perempuan dalam pengelolaan hutan dan lahan yang berkelanjutan.
  • Menginternalisasikan pengarusutamaan gender dalam agenda advokasi dan program mitra-mitra SETAPAK melalui serangkaian program pengembangan kapasitas, pendampingan dan forum berbagi untuk penguatan akses dan kontrol yang setara dalam pemanfaatan sumber daya alam yang lestari.
Galeri
Blog
berita