Pada suatu siang di bulan Desember 2016, tim SETAPAK berbincang dengan komedian Arie Kriting di sebuah ruang kerja bersama (co-working space) di Jakarta. Sementara kami memesan minuman, Arie membaca beberapa berita dan blog di situs programsetapak.org sambil sesekali manggut-manggut atau sekedar menerawang ke arah jendela. Pria bernama lengkap Satriaddin Maharinga Djongki ini kemudian bercerita kepada kami tentang pengalamannya bersinggungan dengan isu lingkungan hidup sejak kecil.

“Di kampung saya, zaman dahulu kalau cari ikan menggunakan racun atau bom akan disumpahi oleh masyarakat dan dijauhi. Jadi kalau misalnya masih ada yang pakai bom atau racun, para orangtua akan berkata, jangan ikut-ikutan cara orang itu, nanti dia matinya seperti itu.”

Sebagai perantau yang lahir dan tumbuh di Kendari, berkuliah di Malang, dan kini berkarier di Jakarta, Arie memiliki beragam pandangan yang menarik, menggelitik, sekaligus reflektif.

“Ini membuat saya berpikir apabila di kota-kota besar sudah hijau semua, para warga bingung infrastrukturnya tidak ada. Sedangkan di daerah infrastrukturnya sudah ada semua, namun lahan hijaunya tidak ada.”

Di sela obrolan, kami menunjukkan beberapa fakta pahit terkait hutan dan lingkungan hidup yang kami kumpulkan dari berbagai sumber, terutama dari Mitra SETAPAK. Reaksi Arie terhadap fakta-fakta tersebut beragam; kadang heran, kesal, bingung, marah, hingga tertawa lepas.

“Menurut saya, alam ini kan mempunyai kemampuan untuk memperbaiki dirinya sendiri. Belakangan ini, kesempatan alam untuk memperbaiki dirinya sendiri itu tidak kita kasih.”

Tak terasa hampir 3 jam berlalu dan Arie harus bergegas ke acara lain di hari itu. Kami pun membubarkan diri tanpa sempat berfoto bersama sebelum pergi. Kabar baiknya, obrolan siang itu kami rekam dalam video dan kami sajikan khusus untuk Kawan SETAPAK. Siapkan kopi panas dan simak obrolan hangat bersama Arie Kriting di sini:

Catatan:
Sejak 2011, Program SETAPAK memperjuangkan Tata Kelola Hutan dan Lahan (TKHL) yang baik di Indonesia. Dalam prosesnya, kami bertemu banyak pihak (individu/organisasi) di berbagai daerah/provinsi dengan beragam karakteristik, pandangan, dan aspirasi. Ini adalah salah satu cerita kami bersama Arie Kriting, seorang komedian berbakat dari Indonesia Timur.

comments