Hutan alam di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, khususnya hutan dataran rendahnya, adalah benteng keanekaragaman hayati terakhir di Sumatera. Sayangnya, sumber daya alamnya tidak mendapatkan pengelolaan yang tepat oleh pemerintah. Kebun penduduk dihancurkan oleh ekspansi perkebunan kelapa sawit di Aceh Tamiang dan Aceh Besar. Orang-orang di Aceh meminta transparansi dan akuntabilitas pengelolaan hutan kepada pemerintah, tetapi mereka tidak mendapat jawaban. Oleh karena itu, 20 perempuan petani di Aceh mengusulkan pengungkapan informasi kepada pemerintah di Komisi Informasi Aceh.

comments

< KEMBALI