Program SETAPAK memastikan agar kelompok perempuan dapat terlibat aktif dalam upaya perbaikan TKHL melalui advokasi kebijakan (seperti dalam penyusunan anggaran desa, mendorong transparansi untuk informasi perizinan industri berbasis lahan, mengambil peran dalam pendampingan hukum dan menjadi pemimpin di tingkat lokal) TAF menggunakan pendekatan yang responsif gender (Gender Responsive Approach atau disingkat GRA) dalam mengelola Program SETAPAK bersama mitra-mitranya.

Dalam menerapkan GRA di program SETAPAK, TAF memulai dengan melakukan kajian-kajian untuk memetakan relasi kuasa antara perempuan dan laki-laki yang dipengaruhi konteks sosial, politik, agama dan budaya di tingkat lokal. Kemudian, dengan pendekatan gender pathway analysis (GPA) TAF memfasilitasi mitra untuk menyusun strategi dan implementasi program yang responsif gender dan memastikan mitra melibatkan kelompok perempuan dalam advokasi TKHL agar dapat menjawab kebutuhan perempuan. TAF juga menyadari bahwa pemahaman tiap mitra dalam menggunakan GRA
di program TKHL tidaklah sama. Ada yang sudah paham, namun banyak sekali yang belum kuat pemahamannya. Untuk itu, TAF berinisiatif meningkatkan kapasitas mitra dalam menggunakan analisis gender dalam program TKHL. Dalam mendampingi komunitas, TAF memastikan mitra melibatkan kelompok perempuan dalam proses advokasi dan pengambilan kebijakan.